Kita harus bicara

1210 Kata

Jangan tinggikan egomu. Bukalah hatimu, dengarkan penjelasanku. Mendekatlah, kita harus bicara! *** "Udah deh, gak usah melow kaya gitu!" Ledek Vanesa. Perempuan itu melemparkan bantal pada mukanya Markus. "Gue enggak rela dia pergi sama cowok lain. Gue udah berkorban apapun buat dia. Ko ini balesannya," ujar Markus dengan menunduk lemah. Vanesa menarik napas panjang, "Eh, si Deli ko sikapnya beda ya sama gue?" "Beda gimana?" "Mungkin enggak sih, dia cemburu sama kedekatan kita?" Markus terdiam, "Marck!" "Hmmm," "Si Deli mungkin enggak sih, cemburu sama kita berdua?" "Enggak mungkin lah, diakan tahu kalau lo...." "Gak usah di bahas deh!" Vanesa melemparkan apel, pas kemukanya Markus. "Terus aja, tuh lemparin semuanya ke muka gue!" Jengah Markus, namun sambil menangkap ap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN