Enggak apa-apa' yang kamu katakan adalah sebuah jebakan. Karena di balik itu tersimpan banyak 'apa-apa' yang mungkin saja bisa membuatmu jauh dariku. *** "Kita harus bicara!" Dengan suara tegas, dan tatapan lekat. Markus menarik tangan Delima. Sehingga gadis itu berhenti di depannya. "Enggak, Deli gak mau!" Delima mencoba melepaskan tangannya. Namun tak mampu membalas tatapan lekat itu. Tentu saja, karena kedua matanya akan menangis, jika ia menatap laki-laki tampan tersebut. "Kenapa enggak mau?!" Markuz sengaja menarik gadis itu lebih dekat. Sehingga ia bisa melihat wajahnya lebih jelas lagi. "Ada yang salah?" "Enggak mau aja," cicit Delima, terlihat gelagapan. Malah membuat Markus tersenyum tipis. Gadis itu amat menggemaskan di matanya. "Pasti ada alasan, Deli...." "Pokoknya D
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


