Seperti kesetanan Ken mengendarai mobil. Dia harus bergegas atau akan kehilangan cintanya untuk selamanya. Angel tidak boleh meninggalkannya. Flashback "Hallo?" "Ken?" Ken mengerutkan keningnya heran begitu suara seorang laki-laki yang sangat asing menyapa gendang telinganya. "Yeah." Ken menjauh dari kerumunan keluarga besarnya yang masih berbisik, menggosipkan dirinya pastinya. Oh ayolah keluarga besarnya tidak buta. Mereka bisa melihat kalau Ken tidak menghendaki pertunangan ini. "Who's this?" "Gue Raffa..." "Fvck!" Umpatan yang lumayan keras itu membuat tamu yang hadir terkejut. Hampir berbarengan mereka menoleh. Melihat Ken memerah dengan rahang mengeras. "Ngapain lu telpon gue?" "Jangan dimatiin dulu!" Seolah Raffa tahu kalau Ken akan menggulir tombol merah dan memutuska

