"Beneran lu pindah besok?" Angel menatap Dena yang bertanya kemudian mengangguk. Feby berdecak kesal. "Kok buru-buru sih?" "Nggak buru-buru kok, Angel udah lama pengen. Tapi baru sekarang kesampaian." "Bukan karena dia kan?" Menekankan kata dia, Raffa bersedekap menatap Angel tajam. Raut wajah Angel yang semula ceria berubah mendung. Gadis itu menundukkan kepalanya, menggeleng lemah menyangkal tuduhan Raffa. Raffa mendekati gadis itu, duduk di depannya. Setelah menggeser Wina yang memelototinya garang tentunya. "Sorry." Raffa menyentuh tangan Angel. Dia menyesal telah menyinggung soal 'dia' yang sepertinya tak ingin Angel ingat. "Aku nggak bermaksud, baby." Angel mengangkat wajahnya pelan, kembali menggeleng. "Angel nggak apa-apa kok." Gadis itu mencoba tersenyum. "Tapi kok besok

