40

999 Kata

Angel mengernyit, bicaranya tidak ditanggapi Ken. Pemuda itu terlihat melamun. Angel berdecak. "Baby honey, Angel nggak ngomong sama tembok lho!" Gadis itu berkacak pinggang. Ken mendongak menatap Angel yang berdiri di depannya. Bukannya menjawab, Ken malah memeluk Angel dan menenggelamkan wajahnya di perut rata itu. Angel memekik kaget. Pipinya bersemu menyadari betapa intimnya posisi mereka saat ini. "Ba-baby honey..." Ken menengadah tanpa melepaskan pelukannya. "Biarin kaya' gini dulu..." Ken kembali memeluk perut Angel. Dia perlu menenangkan pergolakan batinnya. Entah harus mengumpat atau apa, tapi saat ini rasanya Ken ingin berteriak sekeras-kerasnya. Agar semua bebannya terangkat. Atau haruskah dia membagi semua masalahnya dengan Angel? Mengatakan pada gadisnya kalau beberapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN