Angel menggigiti kuku-kuku jarinya, ciri khas ketika dia sedang cemas. Sudah beberapa hari tak ada kabar dari Ken dan itu membuatnya khawatir. Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada kekasihnya? Angel menggeleng kuat menghalau pikiran buruk itu. Sekali lagi Angel mengecek ponselnya. Berharap ada balasan pesan dari Ken, tapi tetap tidak ada. Semua pesannya delivered tapi tak satupun yang dibalas. Jangankan dibalas, dibaca Ken saja tidak. Apakah Ken sesibuk itu sampai-sampai tidak sempat menghubunginya? Tidak ada panggilan video juga tidak apa-apa, yang penting memberinya kabar. Bukan membuatnya cemas seperti ini. Mau menghubungi bang Jesen tapi malu. Begitu juga kalau bertanya pada kak Dinda. Padahal mereka setiap hari selalu bertukar kabar. Kak Dinda selalu menanyakan apakah dia baik-baik s

