42

1175 Kata

Mata amber itu bersinar tanpa semangat. Tapi senyum manis tetap terkembang di bibir mungil itu. Dia mungkin polos dan tidak pandai berbohong, tapi dia tetap ingin terlihat bahwa dia baik-baik saja, dan tetap menjadi Angel yang ceria. "Kalo mau nangis, nangis aja." Angel mendongak. Raffa tersenyum ke arahnya, pemuda tampan itu bahkan sudah duduk di sebelahnya tanpa dipersilahkan. Angel membuang muka. Malas berdebat dengan seorang playboy kampus. "Daripada nyesek mending dikeluarin." Angel berdiri berniat meninggalkan tempat itu, tapi cekalan Raffa menghentikannya. Pemuda itu bahkan sudah menggenggam tangannya sekarang. Angel melirik tangannya yang berada dalam genggaman Raffa. Membelalak kesal, gadis itu menghempas tangan Raffa kasar. "Jangan ganggu Angel!" "Aku nggak ganggu kamu, bab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN