"Don't you even dare to touch mine!" Raffa meludahkan darah dari mulutnya kasar. Maju untuk balas memukul Ken. Tapi Ken yang sudah siap dari awal dapat menghindari pukulan balasan Raffa dengan mudah. Apalagi postur tubuh Ken yang lebih tinggi dibanding Raffa, membuat Raffa agak sedikit kesusahan mendaratkan pukulan balasannya. "Ken!" Pekikan tertahan Angel membuat kedua pemuda yang sedang saling pukul itu berhenti. Mereka sama-sama menoleh ke arah Angel yang sudah berlari ke arah Ken dan memeluk pemuda itu sambil memukul-mukul dadanya. Sementara pemuda berambut pirang itu hanya diam, membiarkan Angel memukulinya. Toh dia pantas untuk itu. "Udah puas?" Tanya Ken lirih di telinga Angel. Tidak ada jawaban atau pergerakan, Angel diam. Hanya suara isaknya terdengar. Perlahan, Ken melin

