Angel mengerucutkan bibirnya, kesal mendengar tawa Ken yang sangat berisik baginya. "Apaan sih ketawa mulu. Ain't no funny!" "Elu yang lucu lah, Rabbit." Ken mencubiti pipi chubby Angel gemas. "Kelinci ku kelinci ku, Angel cuma milik Ken." Ken bersiul setelah lagu asal yang dinyanyikannya berakhir. Pipi Angel memerah, bukan hanya karena cubitan Ken tapi juga karena bait terakhir lagu Ken. "Apaan sih!" Sungutnya dengan pipi merona. "Lagu nggak nyambung!" "Ya disambungin dong." Tawa Ken pecah lagi. Membuat Angel semakin kesal, sampai-sampai gadis berambut pirang itu menghentakkan kakinya. Kemudian meninggalkan Ken yang masih saja tertawa. "Rabbit, tunggu dong!" Ken setengah berlari mengejar Angel. "Beli topi-nya nggak jadi?" Tanya Ken setelah berhasil mencekal lengan mulus gadisnya.

