Angel meringkuk di atas tempat tidur, memeluk lutut sambil sesekali mencek ponselnya. Mungkin saja ada balasan pesan dari Ken, atau mungkin panggilan yang terlewatkan. Sudah beberapa hari Ken tidak ada kabar. Angel sangat khawatir, perasaan tidak tenang juga masih menggorogoti hatinya. Ada apa dengan Ken? Apa sudah terjadi sesuatu? Angel bisa saja ke kampus Ken, tapi dia takut dan masih sedikit trauma dengan pembullyan yang pernah menimpanya. Teman-teman perempuan Ken sangat kasar. Angel tidak mau bertemu mereka lagi kalau tidak ada Ken. Mau ke rumah Ken juga rasanya tidak mungkin. Bunda dan Nana tidak akan mengizinkan. Tidak ada anak gadis yang bertamu ke rumah anak laki-laki, itu memalukan dan sangat bertentangan dengan norma ketimuran. Lalu dia harus apa? Kenapa Ken tidak mengabarin

