Kacau (Dirgantara)

1408 Kata

Aku belum pernah segila ini. Menginginkan perempuan seperti padang gurun yang mendambakan hujan. Apa ini yang dinamakan pubertas kedua? Melihat tubuh polos Nadira yang bergunjang di bawahku, akal sehatku mendadak buta. Wanita mungkin seperti itu, punya daya tarik yang susah ditolak. Tapi kenapa tdiak dari dulu aku seperti ini? Banyak makhluk cantik yang rela merebah di atas ranjangku demi uang juga barang mahal. Jadi kenapa hasratku malah memilih Nadira? Juga, bagaimana bisa jantung ini berdebar karenanya? Jangan-jangan aku sudah tidak waras karena telat melepas keperjakaan? Jadi begitu Nadira datang lalu memberi sedikit perhatian, aku menjelma menjadi pria gampangan. Gara-gara ucapan Menik, emosiku mendadak naik. Entah bagaimana aku ingin cepat-cepat merenggut kebebasan Nadira. Bisa saj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN