Sedang ingin (Nadira)

1261 Kata

Aku sengaja menyalakan keran air panas karena tubuhku menggigil. Mungkin lantaran kehujanan, kepalaku sedikit pusing. Aku berharap mandi sepuluh menit di bawah guyuran shower hangat akan meredakannya. "Kemarilah, aku akan mengeringkan rambutmu," kata Dirgantara begitu melihatku masuk kamar dengan teh lemon pesanannya. Ia terlihat baru saja selesai dengan pengering rambut. Seperti biasa, aku terpana sebentar padanya. "Tidak usah, aku bisa melakukannya sendiri," tolakku canggung. Bukan tidak suka, tapi perubahan sikapnya kelewat drastis, jadi entah kenapa timbul ketidaknyamanan. Mungkin karena belum terbiasa saja. Di hari-hari sebelumnya, jangankan memberi perhatian. Kadang menatapku hanya saat diperlukan. Keacuhannya kupikir sudah mendarah daging. Wajar bukan kalau curiga sedikit? Terlep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN