Badai

1066 Kata

Tessss... Tes... Setelah menunggu hujan reda aku akhirnya dapat kembali ke apartemen malam ini, meskipun dalam keadaan basah sedikit karena terkena rintik gerimis. Tak ku pedulikan tubuhku yang menggigil kedinginan. Aku segera menuju kamar mandi. Ku lepaskan pakaian yang aku kenakan satu persatu, hingga tidak ada sehelai benang pun. Aku berdiri di depan kaca besar di hadapan ku. Untuk sesaat, aku merasa bahagia dapat melihat perutku yang sedikit mulai membuncit. Itu artinya sebentar lagi aku beneran jadi seorang ibu. Namun kebahagiaan itu tersapu saat aku kembali mengingat apa yang aku lihat di rumah sakit tadi. Bagaimana pun ada rasa sesak di dalam d**a. Melihat bagaimana perlakuan Shakir pada Anya terlihat jelas ada sesuatu yang tidak biasa. Egoiskah aku jika hati kecilku begit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN