Selama satu jam, fokusku terbagi. Kurasa bukan hanya aku yang berpikir seperti ini, tetapi juga seisi kelas. Tiba-tiba Masson duduk di sebelah Jody dan mereka terlihat mengobrol. Sulit untuk bisa dipercaya, bukan seperti Masson yang selama ini kami kenal. “Eh, Re. Tu bocah kesurupan apa dah?” bisik Jasmine di sebelahku. “Sembarangan! Bukannya seneng dia mau berbaur, kok malah dibilang kesurupan,” balasku yang sebenarnya juga merasa aneh. “Ya abisnya tiba-tiba begitu,” jawab Jasmine lagi. “Mana si Jody iya aja duduk di sebelahnya.” “Semoga aja kedepannya bisa berbaur sama yang lain juga. Capek tau ngeliat dia terbully di kelas,” sahut Harin yang duduk di sebelah Jasmine. “Setuju! Aku juga mikir gitu,” sambungku kemudian. Sepulang kuliah, Masson kembali mengirimkanku sebuah pesan. Buka
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


