Chapter 48

475 Kata

Obrolanku dengan Masson ternyata tidak selesai hanya dengan kata ‘terima kasih dan sama-sama’. Meski banyak yang mengatakannya aneh, sebisa mungkin aku tidak memperlakukannya berbeda. Dia tidak sependiam yang terlihat. Melalui chat, ia terlihat lebih aktif. Buktinya dia yang lebih dulu memulai pembicaraan dan aku hanya menjawab seperlunya saja. ‘Oh iya, Re. Apa aku boleh liat catetan mata kuliah statistik? Kebetulan aku ada sedikit ketinggalan dan gak tau mau pinjem ke siapa.’ Karena kebetulan catatanku lengkap, tentu saja aku memberikannya tanpa rasa keberatan. Kubuka catatan statistikku dan mencari halaman yang Masson inginkan. Kemudian catatan itu kufoto dan kukirimkan padanya. ‘Wah, tulisanmu bagus, ya! Rapih banget,’ pujinya. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih sekali lagi. Yah,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN