Chapter 47

689 Kata

Kami kembali ke kelas yang kali ini ada di lantai 4. Kebetulan jam masuk masih kurang-lebih 7 menit lagi. Kelas belum ramai, baru ada lima orang di sana; salah satunya Masson. Entah mengapa rasanya sulit mengalihkan perhatian darinya, bukan karena aku memiliki perasaan terhadapnya, tapi karena aku masih menaruh kecurigaan pada anak itu. Tidak sengaja aku melihat ada luka di dekat pergelangan tangannya. Sepertinya sudah dibersihkan, tapi tidak diplester. Sebenarnya aku selalu membawa kotak P3K kecil di dalam tas, tetapi untuk memberikannya secara langsung tentu akan menarik perhatian. “Eh, kamu liat gak sih? Tangannya si Masson luka,” bisik Jasmine yang ternyata melihat luka itu juga. “Iya. Aku liat juga kok, tapi gimana ngasihnya?” Seandainya yang terluka itu anak-anak yang lain, mungk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN