Chapter 39

1528 Kata

Kami memulai kegiatan sesuai dengan yang sudah direncanakan sebelumnya—dengan pintu yang terbuka. Aro membuka laptopnya, dan aku duduk di sampingnya sembari memperhatikan apa pun yang ia ketik di sana. Sebelumnya ia sudah mencari beberapa contoh jurnal, sehingga kami tidak perlu membuang waktu untuk mencarinya lagi. “Kalo kamu udah punya jurnal begini, ngapain kita harus ke perpus kota?” tanyaku penasaran. “Aku masih gak yakin, soalnya gak tau mau tanya ke siapa. Semua ini aku cari dengan modal kira-kira, belum baca sepenuhnya,” jawabnya sambil mengetik. “Ohh gitu. Ini lebih dari cukup sih,” balasku, kemudian aku teringat sesuatu. “Jurnal internasionalnya udah ada?” Aro berhenti mengetik dan menoleh. “Memang harus ada jurnal internasional juga?” “Kalo tugasku dulu ada sih. Coba buka l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN