Chapter 38

1815 Kata

“Sssttttt!!” Aro menempelkan telunjuknya tepat di depan bibir dan mengisyaratkanku untuk segera diam. “Dengerin aku, ya! Aku nerima kamu apa adanya, aku gak peduli sama semua fitnah yang beredar. Aku cuma pengen kita sama-sama bahagia,” ujarnya kemudian. Aku terdiam dan merenung sesaat, kalimat yang ia ucapkan terdengar terlalu mustahil. Menerima keadaan dan masa lalu pasangan tanpa memedulikan apa pun, itu terlalu aneh bagiku. Aro memegang dan mengusap punggung tanganku, lalu menatapku dengan sangat lembut. “Maaf, aku bukannya gak peduli, tapi aku gak mau kamu buka luka lama. Ceritain semuanya kalo kamu bener-bener udah siap! Dan aku yakin itu bukan sekarang.” No comment! Jujur saja, ini semua terlalu sulit untuk diterima. Tidak mungkin seseorang bersikap terlalu baik tanpa memiliki ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN