Jadwalku selesai lebih dulu, sedangkan kelas Aro masih ada dua mata kuliah lagi. Aku menunggunya di rumah karena tidak memungkinkan untuk menunggu di kampus selama tiga jam tanpa kegiatan. Matahari bersinar cerah, tidak ada tanda-tanda akan turun hujan, kupikir cuaca sedang sangat random; sehari hujan deras, sehari panas terik, terkadang tidak panas tapi juga tidak hujan. Entah sejak kapan jendela kamar menjadi tempat favoritku. Sambil membawa sebungkus snack, aku duduk di sebuah kursi dan menopangkan dagu dengan tangan di bingkai jendela. Tidak banyak yang bisa kupandangi, hanya atap-atap rumah dan juga dinding dari bangunan tinggi; tapi aku suka. Kuikat kembali bungkus camilanku dengan karet gelang, gerahamku mulai lelah mengunyah. Sekembalinya aku dari meletakkan camilan, seseorang ya

