"Isi kotaknya apa, Bi?" tanya Angga. Dia mendekat ke arahku. "Kayaknya, lumayan berharga, Ngga." Aku membuka tutup kotak itu hati-hati. Kami menatap sebentar isi di dalamnya. "Coba keluarin, Bi." Hanya sebuah buku. Aku mengangguk, mengeluarkan buku itu dari dalam kotak. Ah, buku ini seperti buku harian, tapi terkunci juga. "Yah, kok pakai dikunci segala, sih? Pakai kunci kotak itu bisa gak, Bi?" tanya Angga sambil melirik kotak tadi. Tidak usah dicoba juga tidak akan pas. Lubang kunci ini lebih kecil, tidak cocok untuk kunci yang masih menggelantung di kotak. "Nay, udah belum?" "Astaga." Aku menoleh ke pintu. "Sabar, Putri. Sebentar lagi aku pasti keluar, jangan kayak gitu terus bisa gak, sih?" tanyaku kesal. "Biasa aja, Nay. Suami kamu ganggu aku terus. Memangnya enak ditel

