Seuatu di Kamar Zifa

1053 Kata

"Kita masuk sekarang, Bi?" tanya Angga sambil menoleh ke aku. Ragu-ragu, aku mengangguk. Membuka pintu kamar Zifa lebih lebar. Kami masuk ke dalam kamar Zifa. Kamarnya terlihat gelap. Aku menelan ludah, berusaha mencari saklar. "Di sini saklarnya, Bi." Lampu akhirnya menyala. Aku menatap ke sekeliling. "Astaga!" Aku berteriak. Ada sekelebat bayangan lewat barusan. Ya ampun, itu cukup mengerikan. "Kenapa, Bi Nay?" tanya Angga pelan. Dia baru saja memeriksa meja belajar Zifa. "Enggak. Gak papa." Sebenarnya, itu bayangan apa? Kenapa mengerikan sekali? Ah, aku mengusap kening, jangan sampai itu bayangan mengganggu kami. Angga menatapku aneh, tapi dia akhirnya mengangguk. "Bi Nay lihat sesuatu, ya, di sini?" tanya Angga pelan. Aku diam sejenak. Beberapa detik, aku mengang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN