Alexcio berjalan masuk. kedalam gedung Aditama Company. Seperti biasanya, para pegawai mengerjakan tugas mereka masing masing..
"Selamat pagi Pak Alexcio" Ucap ramah para pegawai, setiap Alexcio berpas pasan dengan mereka.. Alexcio hanya membalasnya dengan senyuman tipis dan singkat..
Alexcio berjalan menuju lift untuk ke ruangannya.. Setiba di ruangannya, Alexcio di buat takjub dengan pemandangan di depannya ini..
"Wah sambutan yang begitu meriah, di hari pertama bekerja" Ucap Alexcio memandang setiap berkas berkas yang tersusun rapi di atas mejanya..
Tanpa mau membuang waktu lagi Alexcio langsung duduk di kursinya dan segera membuka satu persatu isi berkas di hadapannya.. Dia membaca dengan teliti berkas yang ada di hadapannya, setelah itu dia menandatangi berkas tersebut.. Alexcio meraih berkas lainnya, hingga berkisar dua jam Alexcio memilih untuk beristirahat sebentar. Dia memejamkan matanya sejenak, tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu..
"Masuk" Ucap Alexcio yang masih memejamkan matanya
"Permisi pak, ini jadwal anda selama seminggu ini" Ucap Rafael memberikan sebuah map yang berisi jadwal Alexcio dalam seminggu ke depan..
Alexcio membuka matanya dan langsung membuka map yang sudah berada di atas mejanya itu.. Dia mulai membukanya dan segera membaca semua jadwalnya selama seminggu kedepan..
"Jadi sebentar malam,saya harus menghadiri acara pertunangan anak dari pemilik Pratama Corp?" Tanya Alexcio saat dia sudah menutup map tersebut..
"Iya pak, anda wajib menghadiri acara malam ini."
"Baiklah, kamu boleh keluar dari ruangan saya sekarang" Ucap Alexcio
"Baik pak." Rafael langsung keluar dari ruangan Alexcio dan kembali ke tempatnya..
Setelah kepergian Rafael, Alexcio mengambil ponselnya yang belum dia sentuh sedari tadi, dia mengaktifkan layar ponselnya hingga terpampang foto dia dan Alisya saat SMA dulu. Di foto itu mereka berdua berpose dengan muka lucu, yang membuat dia tersenyum ketika mengingat Alisya memaksa dirinya untuk berpose lucu waktu itu..
Alexcio membuka aplikasi w******p
To Mine Forever :
Yang
Setelah dia mengirimkan pesan singkat pada Alisya, Alexcio melanjutkan kembali mengerjakan pekerjaannya yang masih menumpuk itu, tidak lama kemudian ponselnya berbunyi, Alexcio langsung menutup berkas yang sudah selesai dia periksa itu dan langsung membuka chat yang masuk dari Alisya
From Mine Forever :
Apa?
To Mine Forever :
Kamu dimana?
From Mine Forever :
Kantin
To Mine Forever :
Kenapa jawaban kamu cuek gitu? Kamu marah sama aku?
From Mine Forever :
Gk
To Mine Forever :
Yang, kamu marah sama aku?
From Mine Forever :
Gk
To Mine Forever :
Yang, jujur aja napa. Aku tau kamu marah sama aku, karena dua bodyguard itukan?
From Mine Forever :
Itu tau, masih pake nanya segala ??
To Mine Forever :
Terus aku harus buat apa biar kamu nggak marah sama aku?
From Mine Forever :
Kamu berhentiin 2 bodyguard yang ikutin aku sekarang juga
To Mine Forever :
Ok. Tapi kamu nikah sama aku bulan depan ?
From Mine Forever :
Lah kok nikah? Aku masih pengen kuliah ngejar masa depan Alexcio ku sayang??
To Mine Forever :
Bukannya aku masa depan kamu?
From Mine Forever :
Siapa bilang? Nggak pernah tuh aku bilang kamu masa depan aku ??
To Mine Forever "
Aku yang bilang, terus kamu bakal nikah sama siapa? Kalau bukan aku?
From Mine Forever :
Yang pasti manusia yang punya, kepala, bahu, lutut, kaki, daun telinga,mata, hidung, pipi.
To Mine Forever :
Aku kan punya semuanya Sya, berarti kamu nikahnya sama aku
From Mine Forever :
Cih maksa ?
To Mine Forever :
Yaudah terserah kamu aja mau bilang apa, tetap aja endingnya kamu bakal nikah sama aku, karena sampai kapan pun aku nggak akan relain kamu di miliki orang lain selain aku..
From Mine Forever :
Iya in biar cepat ?
To Mine Forever :
Sayang?
From Mine Forever :
Apa Babe ?
Alexcio terkekeh kecil melihat emoticon yang di pakai Alisya di akhir kalimat..
To Mine Forever :
Aku kangen kamu
From Mine Forever :
Terus?
To Mine Forever :
Kamu ke kantor aku, kalau udah pulang kuliah ya?
From Mine Forever :
Mmmmm
To Mine Forever :
Yang, datang ke kantor aku ya?
From Mine Forever :
Yaudah nanti aku ke sana, soalnya aku juga kangen sama kamu ?
From Mine Forever :
Yaudah kalau gitu aku mau kerja dulu, Love you
Tanpa menunggu balasan dari Alisya, Alexcio langsung meletakan ponselnya di meja, dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda akibat dia terlalu asik chat dengan Alisya..
***
Jam sudah menunjukkan pukul 02.00, Alisya yang sudah tidak memiliki jam kuliah pun memilih untuk ke kantor Alexcio saja. Dengan Anna dan Eve yang selalu mengikutinya ke mana mana. Sebenarnya dia merasa begitu risih dengan kedua bodyguard yang mengikutinya ke mana pun dia pergi, apalagi tadi pagi dirinya sempat menjadi pusat perhatian para mahasiswa dan mahasiswi di kampusnya..
"Anna, Eve, saya ingin ke kantornya Alexcio" Ucap Alisya saat mereka sudah berada di dalam mobil dan Anna yang menyetir, Eve duduk di samping Anna, sedangkan Alisya dia duduk sendiri di jok belakang..
"Baik nona" Ucap Anna dan dia mulai mengendarai mobil yang mereka naiki dengan kecepatan rata rata, dia ingat betul perintah dari Alexcio, 'jangan membawa mobil dengan kecepatan di atas rata rata'
Dalam waktu tiga puluh menit, mereka telah sampai di gedung yang bertuliskan Aditama Company. Alisya dan kedua bodyguardnya keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam gedung betingkat itu. Saat Alisya akan berjalan menuju meja resepsionis, Eve mencegahnya agar tidak ke meja resepsionis..
"Kenapa Eve?" Tanya Alisya binggung
"Maaf sebelumnya, bukannya saya ingin mencegah anda ke sana nona, tapi tuan meminta agar saat anda datang ke kantornya, anda langsung saja menuju ke ruangannya" Ucap Eve dengan sopan..
"Tapi saya tidak tau ruangan Alexcio"
"Anda tenang saja nona, kami berdua sudah di beritahu di mana letak ruangan tuan Alexcio" Ucap Anna
"Baiklah kalau gitu, kita kesana sekarang"
"Baik nona" Ucap Anna dan Eve
Mereka berjalan menuju lift untuk keruangan Alexcio..
Tok tok
Alisya mengetuk pintu di depannya, saat mereka sampai..
"Masuk" Sahutan dari dalam
Alisya membuka pintu tersebut dan segera masuk, sedangkan kedua bodyguardnya mereka berdiri menunggu di luar..
"Akhirnya kamu datang juga sayang" Ucap Alexcio menghampiri Alisya, dia langsung memeluk Alisya..
"Iya dong, kan aku udah janji bakal datang" Ucap Alisya..
"Aku kangen kamu tau yang" Ucap Alexcio, dia merelai pelukan mereka dan membawa Alisya untuk duduk di sofa, di ruangannya itu..
"Kerjaan kamu udah kelar?" Tanya Alisya, dia mengulurkan tangannya untuk merapikan rambut Alexcio yang sedikit berantakan..
Alexcio menggeleng sebagai jawaban
"Yaudah mendingan kamu lanjutin kerja kamu, aku pulang aja entar ganggu kamu lagi" Ucap Alisya
"Jangan pulang, aku pengen kamu di sini aja, sama aku." Rengek Alexcio seperti anak kecil
"Yaudah aku tetap di sini" Ucap Alisya
"Makasih" Ucap Alexcio dengan mata berbinar..
Alisya sedikit merasa heran dengan sikap Alexcio, tapi dia biarkan saja..
"Yang?"
"Iya"
"Kamu beneran nggak punya cowo lain selain aku kan?" Tanya Alexcio dengan tatapan sendunya
"Ya nggaklah Alexcio ku sayang"
"Nggak bohongkan?"
"Enggaklah"
Tiba tiba Alexcio langsung memeluk Alisya dengan erat.. Dia masih sangat merindukan Alisya, tapi karena dia sudah bekerja membuatnya tidak bisa leluasa bersama Alisya..
"Jangan pernah punya pikiran buat ninggalin aku Sya, karena aku sayang dan cinta sama kamu"
"Iya sayang" Ucap Alisya dalam pelukan mereka..
Alexcio merelai pelukan mereka, dia menatap Alisya sendu.
"Alex kamu kenapa? Kok kelihatan nggak semangat gitu? Muka kamu juga pucat gitu" Ucap Alisya dengan lembut..
"Aku nggak papa kok Sya, cuma kepala aku sedikit sakit"
"Kamu sakit?" Tanya Alisya, dia menempelkan telapak tangannya pada dahi Alexcio..
"Ya ampun Lex,kamu demam. Astaga baru hari pertama kerja, kamu udah demam aja.." Ucap Alisya mulai mengomel..
"Kan sakit datang tanpa kita tau Sya" Ucap Alexcio..
"Yaudah sekarang kita pulang, kerjaan kamu nanti di selesain kalau kamu udah sembuh."
"Nggak bisa Sya"
"Kenapa nggak bisa? Lagian kamu punya sektretaris"
"Tapi aku pemimpin di perusahaan ini Sya" Ucap Alexcio tetap kekuh dengan keputusannya, walau pun badannya terasa lemas..
"Yaudah terserah kamu, aku pulang aja" Ucap Alisya dan segera berlalu dari hadapan Alexcio yang merasakan kepalanya tambah sakit..
Braakk
Alisya yang belum benar benar keluar dari ruangan Alexcio di buat kaget dengan suara yang terdengar jelas di kedua telinganya..
"Astaga Alex" Pekik Alisya saat dia melihat Alexcio yang sudah terbaring di lantai..
Alisya langsung keluar mencari pertolongan..
"Anna, Eve cepat cari siapa saja yang bisa angkat Alexcio yang pingsan di dalam, sekarang juga." Ucap Alisya pada kedua bodyguardnya..
"Baik nona"
Alisya kembali masuk ke dalam ruangan Alexcio, dia memangku kepala Alexcio yang tidak sadarkan diri, suhu badan Alexcio tinggi membuat Alisya cemas..
Tidak lama kemudian beberapa orang memasuki ruangan Alexcio, yang tidak lain mereka adalah bodyguard Alexcio..
"Nona sebaiknya tuan di bawa ke kamar yang ada di ruangan ini saja, kami sudah panggilkan dokter kepecayaan keluarga tuan, untuk datang ke sini. Mungkin sebentar lagi dokternya akan tiba" Ucap Salah satu bodyguard Alexcio
Alisya hanya mengganggukan kepalanya sebagai jawaban iya..
Bodyguard bodyguard itu membawa Alexcio ke dalam kamar dan di ikuti oleh Alisya di belakang mereka..
Sekitar lima belas kemudian, seorang dokter masuk ke dalam kamar di ruangan Alexcio itu..
"Selamat siang" Ucap Dokter muda yang bername tag Ryan itu pada Alisya yang berada di dalam..
"Siang"
"Saya periksa keadaan pasien dulu ya" Ucap Ryan dan di angguki oleh Alisya.
"Sepertinya dia kacapean dan banyak pikiran, dan kebetulan saya membawa obat untuknya, jadi anda tidak perlu untuk ke apotik lagi"
Ryan mengambil obat dari dalam tasnya dan langsung menyerahkannya pada Alisya..
"Makasih dok"
"Sama sama, kalau begitu saya permisi dulu"
Dokter Ryan keluar dari dalam kamar tersebut dengan di antarkan oleh seorang bodyguard sampai depan pintu keluar ruangan Alexcio..
"Enak ya bisa bicara sama cowo yang berprosfesi dokter? Sampe nggak nyadar pacar sendiri udah sadar" Ucap Alexcio dengan suara lemah, tapi bisa di ketahui dari ucapannya barusan kalau dia sedang cemburu
Suara Alexcio yang tiba tiba membuat Alisya di buat kaget, karena setaunya Alexcio masih dalam keadaan pingsan..
"Alex kamu ngangetin aku aja, syurkurlah kamu udah sadar. Kamu makan terus minum obat ya? Tadi aku suruh bodyguard kamu beli bubur ini"
Alisya menunjukkan semangkuk bubur yang sudah berada dalam genggamannya sekarang..
"Nggak mau" Ucap Alexcio dan memalingkan wajahnya menjadi menghadap dinding..
"Kasih aja tuh bubur sama Ryan" Ucap Alexcio lagi
Alisya menghela nafasnya, saat ini Alexcio sementara dalam mode cemburunya, Alisya mengukir senyuman di kedua bibirnya, sikap pencemburu Alexcio masih sama seperti dulu..
"Jangan ngambek dong possessive prince Alisya" Ucap Alisya mencoba membujuk Alexcio
"Siapa yang ngambek?"
"Kamulah, emang siapa lagi selain kamu?"
"Oh" Balas Alexcio singkat.
"Jangan ngambek dong, nanti bakal aku turutin kemauan kamu selama kamu sakit" Rayu Alisya
"Yang bener? " Tanya Alexcio membalikkan badannya menjadi berbaring menghadap Alisya. .
Tanpa ragu Alisya mengganggukan kepalanya tanda iya..
"Yaudah sekarang kamu makan dulu" Ucap Alisya, dia menyendokan bubur dan mengarahkannya pada mulut Alexcio. Tanpa menunggu lama Alexcio membuka mulutnya menerima suapan dari Alisya..
Sepuluh menit berlalu Alisya telah selesai menyuapi Alexcio bubur, dia meletakan mangkuk kosong pada nakas, setelah itu mengambil air putih dan obat..
"Kamu minum obat ya" Ucap Alisya menyodorkan obat di hadapan Alexcio
"Iya"
"Sekarang kamu istirahat dulu"
"Temenin" Ucap Alexcio manja
"Iya iya aku temenin"
Alexcio menggeser tubuhnya ke samping..
"Tidur di sini sama aku" Ucap Alexcio lagi
"Nggak ah, takut nanti kamu macem macem" Ucap Alisya
"Aku janji nggak bakal macem macem sama kamu, aku cuma pengen meluk kamu aja, makanya aku nyuruh kamu tidur di samping aku"
"Janji ya nggak ngapa ngapain?" Tanya Alisya memastikan
"Iya sayang"
Alisya menuruti permintaan Alexcio, dia membaringkan tubuhnya di sisi kosong yang Alexcio maksud tadi..
"Udah kan? Sekarang kamu tidur, biar cepat sembuh oke?" Ucap Alisya
"Iya, tapi jangan kemana mana ya? " Ucap Alexcio
Alisya mengganggukan kepalanya sebagai iya, Alexcio pun mulai memejamkan matanya yang terasa berat, mungkin karena efek obat yang dia minum tadi..