Usai makan Arlin mengangkat piring ke wastafel. Sean tanpa diminta membantu. Andrew pula menonton dari meja makan. Masih dengan unek-unek yang sama, yakni tidak mendapat hadiah dari Arlin. "Ar, sepertinya aku harus pulang." Sean mengatakannya setelah memeriksa pesan masuk. Orangtuanya meminta dia pulang untuk menyambut kakeknya. Perintah begituan adalah mutlak, tidak bisa dia bantah apalagi hanya dengan alasan urusan pribadi. "Kenapa?" "Ada urusan keluarga. Nanti kalau kalau tidak dituruti aku dikutuk pula jadi batu." Tertawa Arlin mendengarnya. Sean memang sangat patuh pada orangtua. Jika ditanya alasannya akan selalu sama, yakni takut dikutuk seperti Malin Kundang. Aneh, tapi itu saja alasan Sean. "Eh itu kue yang dari mama jangan lupa." Pupil mata Andrew melebar. Tadi sudah me

