Buah Kesabaran Rumaysha

1650 Kata

Rumaysha berulang kali menarik napas. Dia menunggu hasil tes Dehan keluar. Ini minggu kedua Dehan berada di rumah sakit. Harapan terbesarnya adalah Dehan bisa ikut pulang ke rumah mereka. Rumaysha sudah terlalu sering terbangun saat malam hari karena mencari keberadaan Dehan. Diam-diam dia selalu menangis mengkhawatirkan keadaan putranya yang jauh dari jangkauan mereka. "Minum dulu, Sayang." Mama mertuanya baru kembali dari mini market dekat rumah sakit untuk membeli cemilan. Dia tahu Rumaysha suka mengemil. Jadilah untuk membantu menghilangkan rasa takut menantu kesayangannya itu, Mayra membelikan banyak cemilan untuk Rumaysha. Rumaysha begitu bersyukur memiliki ibu mertua yang begitu baik dan sangat menyayanginya. "Semoga hasilnya bagus, ya, Sayang." Mayra menggenggam tangan Rumaysha.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN