Aqiqah Dehan

1867 Kata

Kehadiran Dehan di antara Rumaysha dan Ardan membuat rumah tangga keduanya semakin lengkap. Bila dulu mereka hanya berdua, otomatis rumah mereka pun hanya diramaikan oleh canda tawa mereka saja. Semenjak ada Dehan, rumah mereka ramai oleh tangisan bayi kecil itu. Dehan seperti magnet. Selalu berhasil menarik perhatian orang meski hanya melihatnya sekali. Maika selaku nenek dari bayi tampan ini pun tak mampu menolak pesonanya. Dia ingin terus berdekatan dengan Dehan, cucunya. Masih seperti mimpi rasanya. Baru saja 3 tahun yang lalu dia ada di posisi yang sama. Mengurusi bayinya sendiri yang kini sudah menjelma jadi Aysar, bocah laki-laki yang pintar sekaligus aktif. Sekarang dia sudah menggendong cucunya, anaknya Rumaysha. "Masyaaallah cucunya Jiddah kasep pisan. Dehan mandi dulu, ya, Na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN