85

1509 Kata

Ebas menatap istrinya yang sejak tadi hanya diam, pandangannya tertuju pada jendela di sisinya. Tangannya menggenggam erat jemari Nala, menautkannya dengan jemarinya sendiri, lalu membawanya ke atas pahanya. "Aku harap kamu tidak terlalu memikirkan ini, sayang." Suaranya lembut, berusaha menenangkan. Nala menghela napas pelan. Pikirannya masih penuh dengan kejadian yang baru saja ia alami. Perlakuan Pamungkas yang penuh kebencian benar-benar membuatnya bertanya-tanya. "Aku hanya berpikir, Mas…" lirihnya, tanpa menoleh. "Kenapa mereka melakukan itu padaku? Aku tidak pernah merasa membuat kesalahan pada mantan mertuaku. Tapi kenapa dia membenciku sampai seperti itu?" Ebas mengusap punggung tangannya dengan ibu jarinya, mencoba memberikan ketenangan. Dia tahu, meskipun istrinya terlihat k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN