"Lo nggak sayang-sayangin Bima tadi malam?" tanya Rizky langsung menatapku. Kami sedang nongkrong dengan teman-teman rumah rindu lainnya. Sudah lama kami tidak melakukan hal ini, terlebih saat aku sudah berstatus menjadi istri. Aku mengusap perutku yang sudah agak membesar perlahan. Kemudian menatap teman-temanku yang sedang bercengkrama membahas berbagai hal. Pandanganku teralih pada Rizky. "Lo nggak begituan sama Bima semalem?" tanya Rizky lagi, membuat semua teman-teman kami langsung menoleh ke arah kami. "Astagfirullah Rizky. Jaga ucapanmu, nak" timpal Farhan langsung. Membuatku sukses tergelak seketika. Kami memang sepakat untuk tidak membawa pasangan masing-masing. Namun karena aku dan Bima memang pasangan, kami dikecualikan. Jessi masih terbahak diseberangku, sepertinya Rizky su
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


