Part 31 : I love You, Bima

2165 Kata

Aku kembali mengecek suhu badan Bima yang sedang membaringkan diri di bahuku. Kami sedang berada di feri untuk pergi ke raja ampat, dari sorong. Tapi sejak masuk boat ini, Bima hanya memejamkan matanya. Dia kelelahan, mungkin. Kami memang hampir tidak pernah istirahat sejak akad, ada saja hal yang membuat kami terjaga hingga malam. Beberapa hal yang kami kira tidak akan bermasalah menjadi masalah, seperti katering yang kurang dan suvenir untuk orang-orang tertentu langsung bisa habis padahal baru 3 jam resepsi.  Hal itu juga diperparah dengan sikap nata yang kemarin datang ke resepsiku. Aku tidak tau apa yang membuat Bima marah malam harinya, tapi kemudian aku tau dengan jelas pagi ini. "Makasih ya Pak, sudah datang" ujarku profesional kepada Nata. Nata hanya tersenyum kecut namun tetap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN