Part 30 – Kangen

1624 Kata

"HAH? Menari?!" aku tidak bisa menahan suaraku yang nyaris lantang saat mama Bima mengatakan bahwa aku harus menari. Jika sebelumnya aku harus datang pada hari kamis, ternyata ada beberapa hal yang harus diurus sehingga pada rabu malam aku sudah berada di Palembang. Selama disini, aku tinggal dirumah Bicik (bibi kecil) Bima, karena memang kami tidak punya rumah disini. Keluarga Bima sangat ramah menyambutku sekeluarga. Aku juga membawa keluarga Pakdhe, kakak ayah, hanya Pakdhe dan istrinya karena Pakdhe lah yang menikahkanku nanti, menggantikan tugas ayah. Mengingat ayah, hatiku terasa diremukkan. Andai saja aku bisa menikah empat tahun yang lalu, maka ayahlah yang akan menjabat tangan mempelaiku untuk menyerahkanku kepadanya. Mengingat itu air mataku kembali menetes. Ibu sudah mewanti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN