Chapter 27

1998 Kata

"Azzaaaaam," teriak Akhsan. Dia menatapku dengan senyum misterius. Astaga aku lupa. "Bener Zam, udah inget pas nikahannya kita berdua kan, dimana kamu gak mau ikut nyanyi sama nari. Kamu bilang bakalan nari di hari pernikahan kamu," sambung Omar. "Nah sekarang saatnya," tambah Akhsan. "Nari ... Nari ... Nari ... Nari ...." Aku meringis, aduh mati aku. Aku menengok ke arah Caca dengan wajah memelas putus asa. "Mas Azzam ayok sana nari." What ckckck ... Malah dia ikut-ikutan bully aku lagi. Kayaknya puas banget lihat aku diledekin sama sahabat-sahabatku yang lagi kurang garam itu. Aku pasrah, tapi sebuah ide muncul di kepalaku. Segera kutarik tangan Caca dan mengajaknya menuruni panggung pelaminan. "Mas ...." "Kamu kan istriku jadi harus ikutanlah, masa Mas malu sendirian." "Ta-tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN