"Iyes. Tapi bintang hidupku kan kamu." Blush, kulihat pipinya memerah. Duh jadi pengin nyium. Mau bawa masuk ke tenda males dapat ledekan. Akhirnya pasrah hingga jam dua pagi barulah semua orang satu per satu bergerak menuju ke tenda masing-masing termasuk kami. "Sini," ucapku sambil menepuk bahu kiriku. Caca langsung memposisikan kepalanya pada bahuku. Kami saling memeluk. Yes. Tanpa babibu kucium mesra bibirnya, bibir yang selalu membuatku tergoda. Bahkan lidahku sudah masuk kemulutnya mencari lidahnya. Suara decakan sesekali terdengar. Aku mencecap setiap rasa pada bibirnya yang manis bahkan selalu membuatku ketagihan. Cukup lama kami memagut ria. Refleks tanganku kemana-kemana. Gak sampai puncak sih. Takut banyak yang ngintip, susah juga mandi junubnya. "Tidur gih." ucapku setelah

