flashback

266 Kata
John menarik napas panjang di kamar mandi. Setelah dia merasa lebih baik dan tenang dia keluar dan masuk kelas. Indah sedang bertugas di rumah sakit dan melaksanakan tugasnya sebagai dokter bedah. Dokter Indah,.... panggil seorang perawat. Kenapa? Tanya Indah. Gawat, pasien yang baru saja mengalami kecelakaan mengalami pendarahan. Baiklah, mari kita kesana. Indah dan perawat berjalan lebih cepat dan masuk ruangan itu. Indah melihat seorang gadis yang sedang berbaring di ranjang pasien. Hatinya merasa kasihan dan meminta kepada perawat dan tenaga medis lainnya agar di lakukan operasi segera. Ini anak, harus aku selamat kan, suster Ika tolong urus semuanya mengenai ini dan tolong lainnya bantu aku membawanya ke ruang operasi. Baik, dok. Semua mendorong ranjang pasien dengan hati-hati dan buru-buru masuk ke ruang operasi. CEO berjalan di koridor rumah sakit, langkahnya terhenti karena melihat seseorang yang tak asing. CEO apa ada yang salah? Tanya kepada rumah sakit yang sedang bekerja untuk memandu CEO. Sepertinya saya melihat seseorang. Apakah CEO yakin? Tanya asistennya. Sudah lupakan. Mari lanjutkan... Asisten melihat sekeliling dan tak ada siapapun di situ. Setelah beberapa saat kemudian Indah keluar dari ruang operasi, dan di sambut oleh kedua orang tua anak itu. Yang sejak tadi berdiri di depan yang mengkhawatirkan kan putri mereka. Dokter, gimana keadaan putriku? Tanya wanita itu, Kamu siapanya pasien? Tanya balik. Saya ibunya, apakah putriku baik-baik saja, dok. Anak ibu, selamat. Dia sedang dalam proses perawatan. Setelah dia sadar nanti silahkan masuk dan lihat. Terimakasih, Tuhan. ucap ayah pasien. Terimakasih dokter, terimakasih. Ibu pasien berterimakasih terus kepada Indah. Indah meras lega karena pekerjaan sudah selesai dia ingin pergi ke rumah temannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN