Jeni melihat ke arah Reyhan sambil tersenyum. Reyhan yang sejak beberapa detik yang lalu menatap Jeni intens langsung melihat ke arah Jeni dengan tatapan biasa. "Eh kak Reyhan sudah datang," ujar Jeni sambil berdiri. Reyhan tetap berdiri di ambang pintu dan menganggukan kepalanya. Jeni menghampiri Reyhan dengan langkah perlahan. Ah kenapa Jeni terlihat menarik sekarang, batin Reyhan. "Kak, kita enaknya ngobrol dimana ya?" tanya Jeni saat ia sudah berdiri berhadapan dengan Reyhan. "Terserah kamu saja, kamu yang tentukan tempatnya aku ikut saja, asal jangan di kampus saja,” pinta Reyhan. Bukan tanpa alasan, Reyhan merasa kampus tak aman jika untuk membicarakan urusan pribadi. "Oke siap," jawab Jeni. "Aku akan berpikir dulu, kira-kira dimana ya?" ucap Jeni sambil memasang wajah berpik

