Pukul 8 malam. Aku, Tae Haa dan Nam Joo baru sampai rumah sakit. Entah rumah sakit ini berada dimana, aku sama sekali tidak di beritahu dan saat di perjalanan menuju ke rumah sakit. Gorden mobil di tutup rapat, aku juga tidak di perbolehkan membuka gorden itu. "Jung," panggil aku setelah duduk di kursi samping ranjang rumah sakit. Jeon Mi Jung masih terbaring lemah di atas ranjang putih itu, ranjang yang pasti memberikan udara dingin untuk tubuhnya. Aku meneteskan air mata ketika melihatnya yang belum sadarkan diri. "Jung, ayo bangun," ucap aku dengan isak tangis. Aku menggenggam erat tangan Jung yang sangat dingin. Aku menciumi tangannya berkali-kali. "Jung, kenapa kamu enggak bangun? Apa kamu enggak lelah?" Lagi-lagi aku berbicara dengan Jung yang masih memejamkan matanya dan tidak

