"Oke, malam ini sekitar jam tujuh malam saya akan menjemputmu!" "Terimakasih Tuan!" "Istirahat sana!" titah Tae Haa dengan suara tegas namun sangat dingin melebihi es kutub. "Baik Tuan!" Tae Haa dan Nam Joo ingin melangkah pergi dan meninggalkan aku di dalam kamar ini. Namun aku menahan tahan Tae Haa hingga membuatnya menoleh ke belakang dan menatapku dengan tatapan tidak suka. "Apa lagi?" tanya Tae Haa dengan sangat sinis. Aku langsung melepaskan tanganku yang menahan tangannya dan berkata. "Aku mau ketemu Klara juga, boleh tidak?" jawab aku dengan meminta izin padanya. Tae Haa menghela nafas sambil menaruh tangannya di pundakku dan memainkan jarinya di pundakku, tiba-tiba aja aura dingin menjelajahi tubuhku. "Tidak jadi Tuan," kata aku dengan gelengan kepala dan berkata. "Maaf ka

