37 Pengakuan

2101 Kata

"Udah, udah, Grace. Nangis terus dari tadi." Indah membelai-belai kepala putrinya tak lama setelah ia siuman. "Biasanya juga tegar banget. Kenapa sekarang kaya anak bayi gini?" Dengan segala pertimbangan dan opini dari Indah sendiri, keputusan penanaman implan untuk jantungnya diambil. Sejak awal sampai akhir yang Grace lakukan hanya berdoa. Evan yang terus berada di sampingnya pun melakukan hal yang sama. Namun reaksi yang Grace perlihatkan sebagai anak lebih nampak ketika akhirnya semua proses terlewati. "Kan Grace seneng banget, Bun. Nggak papalah sekali-sekali nangis." Grace menyahut di sela-sela isak tangisnya. Evan yang berdiri di ujung ranjang tersenyum. "Seneng banget bisa lihat Bunda dalam kondisi baik lagi," komentarnya. "Tiga hari ini bawaannya emang khawatir, Bun, jujur aja.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN