Bos Nyebelin

1300 Kata

"Jaga ucapan kamu! Saya tidak pernah berpikir seperti itu." Nada suara Arkana begitu dalam, tapi masih terdengar tenang. Arista mutar bola matanya malas. Ia lalu membenarkan anak rambutnya yang menjuntai ke belakang telinga. "Jangan munafik, Pak. Saya tahu jika orang-orang seperti Bapak ini sering menggunakan sekretaris untuk menarik investor." Tatapan Arkana semakin tajam dan dingin mendengar ucapan Arista. Rahangnya ikut mengeras, menahan emosi di dalam hatinya. Cengkraman di pergelangan Arista semakin kuat. Detik selanjutnya, ia kembali melangkahkan kakinya dengan tangan yang masih mencengkeram pergelangan tangan Arista, menyeret perempuan itu agar mengikutinya. Hal itu pun sukses membuat orang-orang yang melintas di lorong kantor menatap ke arah mereka berdua. Mereka juga mulai me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN