Kebenaran Yang Mengejutkan

986 Kata

“Buat apa dia di sini?” tanya Arista di dalam hati ketika Arkana berjalan mendekat. "Dasar pengganggu!" Tatapannya terus tertuju pada laki-laki di depannya. Sementara Davin, perlahan ia menurunkan tangannya dan menaruh sendok ke atas piring miliknya. Arkana menghentikan langkahnya satu langkah dari meja Arista dan Davin. Ia menatap Arista dengan tatapan penuh arti, lalu beralih pada Davin. Suasana mendadak menjadi tegang. Tubuh Arista ikut menegang. Bahkan napasnya pun ia tahan. Ia perlahan menoleh pada Davin, melihat reaksi tunangannya itu. Dan ketika ia melihat Davin yang tiba-tiba berdiri, jantungnya seakan ingin lepas, takut tunangannya melakukan hal yang tidak diinginkan. Namun, sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, Davin yang duduk di depannya sudah bangkit dari kursi. Waja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN