Pengganggu

1340 Kata

Langit siang di atas gedung Dirgantara Skyline memantulkan cahaya keperakan di antara dinding kaca tinggi. Suasana kantor perlahan berdenyut dalam ritme rutinitas. Deru printer, suara langkah sepatu, dan dengung mesin pendingin bercampur menjadi harmoni keseharian yang monoton, setidaknya bagi sebagian orang. Tapi tidak bagi Arista. Sejak pagi tadi, pikirannya terasa seperti menapaki benang halus di antara dua jurang: ketenangan dan ketegangan. Ia mencoba tenggelam dalam pekerjaannya, menunduk di depan layar laptop, mengetik dengan rapi setiap laporan dan agenda rapat Arkana. Di atas mejanya tergeletak beberapa map yang perlu diserahkan langsung ke ruang Arkana. Dan meski hanya berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain, bagi Arista, tugas itu seperti melangkah ke wilayah asing yang me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN