Keesokan paginya, yuna bangun terlebih dahulu. Dia berencana ingin mengajak aira pergi hari ini. Dengan begitu dia bisa mencuri waktu agar bisa bertemu dengan bobby sebentar nanti. Dia membutuhkan informasi lanjutan tentang kisah rumit orang tuanya. Semalam pun dia mendapatkan sedikit titik terang tentang masa lalu itu. Ternyata dendam aimmar berawal karena dia mendengarkan pembicaraan mama dan papanya. Sedangkan semua yang kita dengan belum tentu sama dengan kenyataan yang terjadi. Tok...tok… “Aira…” panggil yuna sambil mengetuk pintu kamar adik iparnya pelan. “Sebentar kak.” Jawab aira dari dalam kamar. Setelah itu tak berselang lama aira membukakan pintu kamarnya. “Kau ingin makan apa ?” Tanya yuna penuh perhatian. “Aku bukan tipe pemilih makanan kak.” “Baiklah, aku akan siapkan

