Kean langsung mendorong Aurel agar tidak terus memeluknya, dia melotot memandang murka wanita itu. Lalu tangan pria tersebut menunjuk wajah perempuan yang menghina sang istri. "Pergi! Jangan membuat masalah yang bikin istriku salah paham lagi. Dan ... jaga batasanmu," sentak Kean. Aurel sangat terkejut dengan reaksi Kean, wanita itu membatu mendengar bentakan lelaki tersebut. Apalagi tatapan dingin yang membuat hawa di sekitar seperti di kutub utara, membuat ia mengigit. "Tapi ...." Wanita itu langsung mengantupkan bibir saat melihat mata lelaki itu seperti hendak keluar saat memandangnya. "Gak ada tapi-tapian, Aurel! Please ... dikasih tau sekali, ngertilah! Aku masih menghargaimu karena kamu sahabatku. Kalau denger kamu menghina istriku lagi awas aja." Orang tua Aurel segera i

