BAB 44

1042 Kata

Setelah sampai di rumah sakit, Amanda membuka mata setelah diberi minyak kayu putih. Sedangkan Fadli tengah ditangani dokter, Nesa wanita yang melahirkan Amanda, sudah menelepon Arum. Saat menemukan ponsel di saku lelaki yang ia tolong, sebelum masuk ruangan. Wanita itu menunggu Ibu pria tersebut, saat melihat putrinya menguap ia segera menggendong Amanda. "Fadli! Kamu kenapa, Nak! Kenapa bisa begini," pekik Arum. Setelah sampai di sana, Arum langsung berlari melihat lewat jendela. Bahkan Nesa sedikit terkejut akibat suara dan tindakan perempuan paruh baya tersebut. Wanita itu segera menepuk-nepuk Amanda, agar gadis kecil ini kembali terlelap. "Tenang, Bu. Berdoa aja biar anak Ibu cepat pulih." Nesa berusaha menghibur Arum, membuat wanita paruh baya itu menoleh memandang perempuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN