Dadanya langsung dihantam rasa sesak mendengar hal itu, seperti jantung sedang ditikam berkali-kali, berdarah dan terluka sangat menyiksa. Dia berusaha menahan gejolak emosi yang menyerang, tetapi sangat sulit dikendalikan. Mata wanita itu berkaca-kaca, menahan agar tidak tumpah di hadapan mereka. Tangan Amara meremas pakaian dengan erat, mencoba mencari pegangan dalam kekacauan hati. Dia sudah tak tahan, memilih berlari meninggalkan mereka. Melangkah dengan kaki yang terasa berat, seolah tengah membawa beban dunia. "Kenapa sesakit ini," batin Amada menjerit. Sangat sulit menggambarkan bagaimana kacaunya pikiran wanita itu dan keadaan hati istri Kean ini. Ia meremas dan memukul d**a, mencoba melakukan seperti itu agar meredakan rasa sakit yang menghantam. Suara sang suami yang mem

