BAB 35

1078 Kata

Arum langsung bungkam mendengar apa yang dilontarkan oleh mantan menantunya. Lalu saat tersadar segera mengajak teman arisan untuk pulang. "Kalau kamu emang pemilik rumah makan ini, kamu harus mentraktir kami dong. Jadi aku gak akan membayar pesanan yang di meja ini semua," seru Arum. Wanita itu menyeringai setelah berkata demikian, lalu ia segera berbalik dan melangkah menjauh. Tetapi hal yang ditunggu tidak keluar dari bibir Amara, ia lekas mendekati istri Kean lagi. "Kenpa kamu gak menghentikanku, huh! Jangan terlalu sok," cecar Ibu Fadli. Mendengar itu Amara memiringkan kepala, lalu menatap malas Arum. "Buat apa aku ngelarang kamu pergi, kalau mau pergi ya pergi aja," balas Amara. Mantan mertuanya itu merasa kesal karena sama sekali tidak menemukan riak ketakutan di wajah Amara.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN