Aku berjalan gontai melewati koridor hingga akhirnya sampai di halaman rumah sakit. Segera aku pesan taksi online melalui sebuah aplikasi. Tak berapa lama taksi yang aku pesan akhirnya sampai juga. "Sesuai aplikasi ya,Pak," ucapku setelah menjatuhkan bobot di kursi belakang kemudi. "Baik,Mbak." Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Hingga berhenti tepat di rumah yang selama empat bulan kutinggali. "Bisa tunggu sebentar gak,Pak? Nanti saya tambahi ongkosnya Pak." "Baik,Mbak." Segera aku masuk ke dalam rumah. Untung saja aku masih membawa kunci cadangan rumah ini. Jadi tak harus menunggu Mas Adam untuk mengambil barang-barangku. Malas berhadapan lagi dengan Mas Adam, lelaki yang tak bertanggung jawab dan egois. "Ini terakhir kalinya aku menginjakkan kaki di sini," batinku. Aku

