Baru pertama kali melihat wanita secantik dia. Bukan karena kecantikan yang dapat dilihat mata, tapi kecantikan yang terpancar dari dalam. Aisyah namanya, wanita muslim yang seketika membuatku jatuh cinta. Hari demi hari aku semakin mengenalnya walau dia selalu menjaga jarak padaku. Seperti ada batasan antara aku dan dia. Apa karena perbedaan agama diantara kami. Aku juga tak tahu apa alasannya. Aisyah wanita yang sangat taat pada Tuhannya. Tak pernah sekalipun dia melewatkan ibadah wajib maupun sunah. Sementara aku sendiri,setiap minggu tak pernah absen ke gereja. Kami bagai berjalan dengan arah yang berlawanan. Akankah bisa bersatu dengan dinding yang berdiri tegak diantara kami. "Aisyah makan siang yuk," ajakku saat tiba di butik. "Aku puasa,Dan," tolaknya. Ini bukan ramadhan

