Kejujuran Aisyah

1203 Kata

"Aisyah, kenapa diam?" tanya Daniel. Perlahan Daniel menepikan mobil. Melihat wajahku pucat pasi Daniel menghentikan mobil tepat di depan minimarket. "Kamu mau minum dulu,Ais?" tanya Daniel yang hendak melangkahkan kaki keluar mobil. Haus dan lapar memang aku rasakan, tapi nafsu makan hilang seketika saat mengingat Mas Adam mempermainkan perasaanku dan pernikahan yang suci ini. Aku menggeleng,netra ini menatap Daniel hingga masuk ke dalam toko. Kebimbangan menyelimuti hati. Tak berapa lama Daniel masuk dan memberiku sebotol air mineral dan roti. "Makanlah, kasian dedek bayi pasti kelaparan," ucap lelaki di depanku sambil menerbitkan senyum. "Terima kasih,Dan." Aku masukan roti ke dalam mulut. Alhamdulillah tidak mual seperti tadi pagi. Segera kuhabiskan hingga tak tersisa. "Sama-sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN