Kumasukan ponsel ke dalam tas setelah memesan taksi di aplikasi online. Lalu aku melangkah gontai meninggalkan ruang kerja. Sepi, karyawan lain sudah meninggal butik, hanya tinggal Mbak Bella yang masih di ruangannya. Perkataan Mbak Bella tempo hari kembali terngiang-ngiang di telinga. Aku seperti di hadapkan dua jalan, dan bingung harus memilih jalan yang mana. Kebimbangan kembali menyelimuti hati, satu sisi mengatakan untuk diam, satu lagi menginginkan diri ini berkata jujur kepada Mas Adam. Kriingg Suara ponsel menggema di dalam tas. Kuambil benda pipih yang sedari tadi meronta-ronta, mencari perhatian. "Assalamu'alaikum..." "Waalaikumsalam, saya sudah di luar,Mbak," ucap seseorang dari balik telepon. "Tunggu sebentar,Pak." Kumatikan sambungan telepon. Berjalan lebih cepat m

