Penolong

1438 Kata

Kubuka mata, memindai setiap sudut ruangan. Nihil, aku tak tahu ini di mana. Ruangan dengan d******i warna biru.Teringat dengan Putra, kekasih hati yang tak bisa ku lmiliki. Dia sangat menyukai warna biru,andai saja dia datang lebih awal untuk melamarku pasti semua tak akan seperti ini. Sayang garis takdir Tuhan memisahkan kita. Mungkin ini yang namanya mencintai tapi tak dapat memiliki. Benda bulat yang menempel di dinding kamar menunjukkan angka sebelas. Perasaan semakin tak menentu mengingat kejadian terakhir. Aku pingsan di depan ruko yang telah tutup. Kini ketika membuka mata, aku sudah ada di kamar ini. Ya Allah, aku ada di mana? Mencari tas yang tadi kukalungkan di pundak,ingin mengambil ponsel dan menghubungi Mbak Bella. Aku mencari kanan kiri tapi tak juga kutemukan. "Ah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN