Sudah berhari-hari Jesica mendiamkanku setelah insiden tertangkap basah oleh Umi. Telepon tak diangkat. Pesan tak pernah di balas, hanya centang biru saja. Andai saja kamu mau berpindah keyakinan, barang tentu aku akan menikahimu dan menolak perjodohan dengan Aisyah. Jurang dalam hubungan kita terlalu dalam. Sadarkah kamu Jes? Haruskah kita selamanya seperti ini? Aku lelah, sangat lelah. [Sayang, aku ingin bertemu. Akan kujelaskan semuanya] Kukirim pesan kepada Jesica semoga saja dia mau membalas pesanku ini. Hampir satu jam aku menunggu balasannya namun tetap saja tak ada pesan masuk meski pesanku sudah di baca. Kuacak rambut, frustasi. Aku bisa gila kalau sampai kehilangan Jesica. [Beri aku satu kesempatan Jes, aku tunggu di caffe biasa. Jam lima ya sayang.] Lagi-lagi pesan

